About
Apakah sebenarnya berpikir itu? Berpikir merupakan aktivitas otak yang melibatkan indera, short term memory dan long term memory. Setiap obyek yang ditangkap indera, dalam waktu yang sangat singkat diproses oleh syaraf sensori lalu dikirim ke short term memory. Setelah itu obyek tersebut di-coding untuk kemudian disimpan di long term memory. Apa yang tersimpan di long term memory inilah yang menjadi hasil dari proses berpikir yang berupa konsep-konsep. Suatu saat nanti, jika konsep-konsep tersebut dibutuhkan, maka otak akan menghubungkan dengan konsep-konsep yang lain, atau bisa juga langsung mereproduksi konsep tersebut. Menghubungkan antara satu konsep dengan konsep lain, atau mereproduksi/merecall konsep tersebut juga disebut sebagai aktivitas berpikir.
Dalam Islam, berpikir mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat. Berpikir, yang identik dengan belajar untuk mencapai sebuah pengetahuan, menjadi dasar dari doktrin aqidah Islam. Ia menjadi prasyarat wajib bagi umat Islam sebelum memahami agamanya (Islam). Lebih dari itu, berpikir dalam Islam ternyata tidak hanya dengan menggunakan akal. Tapi juga dengan hati, qalb, atau shadr. Buktinya, banyak ayat al-Qur’an yang menyebutkan bahwa qalb juga ya’qil (berpikir). Agak terdengar asing memang kalau kita mendengar bahwa hati itu juga berpikir. Namun memang demikianlah Allah menggariskan bahwa tidak cukup bagi manusia untuk memahami hakekat kehidupan ini hanya dengan akal saja. Dibutuhkan hati untuk menambah tingkat pemahaman itu. Hati yang jernih, hati yang tidak ammarah bissuk. Hati nurani yang sedikit banyak telah diwarnai oleh unsur rabbaniyah yang dianugerahkan Tuhan kepada hamba-Nya.
Jika melihat keterangan di atas, berpikir merupakan aktivitas yang kelihatannya melelahkan. Setidaknya demikianlah penilaian kebanyakan orang. Penilain itu bisa dimaklumi karena hanya didasarkan pada apa yang tampak secara fisik ketika manusia berpikir. Sebut saja munculnya keringat dingin, ekspresi wajah yang serius, capek, dan lain sebagainya. Mungkin penilaian seperti inilah yang menyebabkan sebagian manusia malas untuk berpikir. Padahal, jika manusia malas berpikir, maka bedanya menjadi sangat tipis dengan (maaf) hewan. Karena kemampuan berpikir itulah sebenarnya yang membedakan manusia dengan yang bukan. Dengan berpikir (menggunakan akal dan hati), tidak hanya menjadikan manusia berbeda dengan binatang, tapi juga bisa menjadi sangat mulia, bahkan melebihi malaikat. Namun sebaliknya, jika ia tidak mau berpikir, maka sangat mungkin bagi manusia untuk menjadi lebih hina dari binatang. Tsumma radadnahu asfala safilin. Posisi mulia, fii ahsani taqwim, inilah yang di mata saya merupakan sebuah FUN yang sebenarnya. Ya…. sebuah kesenangan yang berdimensi ukhrawi, bukan kesenangan duniawi yang bersifat sementara.
Maka, masihkah ada alasan bagi kita untuk tidak menggunakan akal? Masihkah ada ruang dan waktu yang kita miliki tidak digunakan untuk berpikir demi memahami keagungan-Nya? SO, LET’S THINK, AND WE’LL HAVE OUR FUN!
Recent Posts
- HADITS SHAHIH DAN HADITS HASAN: Sebuah Telaah Epistemologis
- ISLAM SEBAGAI SEBUAH PERADABAN: Eksposisi Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Peradaban Islam
- SKEPTISISME DAN PLURALISME AGAMA
- TAUHID SOSIAL: TRANSFORMASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERPERADABAN
- Kritik atas Studi Orientalis terhadap Sejarah Teks al-Quran
Recent Comments
- Ahmad Saifulloh on PBA 1
- wafi on PBA 1
- HADITS SHAHIH DAN HADITS HASAN: Sebuah Telaah Epistemologis | Fundonesia.com on Kritik atas Studi Orientalis terhadap Sejarah Teks al-Quran
- ISLAM SEBAGAI SEBUAH PERADABAN: Eksposisi Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Peradaban Islam | Fundonesia.com on TAUHID SOSIAL: TRANSFORMASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERPERADABAN
- TAUHID SOSIAL: TRANSFORMASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERPERADABAN | Fundonesia.com on Tinjauan Kritis terhadap Ideologi Kapitalisme (II)
Archives
Tags
agama akhlak al-Qur'an amerika budaya civilization dakwah ekonomi gerhana bulan globalisasi global theology hadits hikmah ideologi islam kapitalisme kebesaran Allah kemuliaan kesejahteraan lunar eclipse manusia moderat muslim negara orientalis orientalisme peradaban peradaban islam perawi philosophy pluralisme pluralisme agama politik sejarah skepticism skeptisisme sosial studi al-Qur'an tafsir tamaddun tauhid tuhan world theology worldview zaman modern






